PIAGAM GUMI SASAK
Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun terus
mengalami perubahan. Tidak dapat dipungkiri juga, Sasak yang dulunya
kental dengan tradisi, adat istiadat, dan budaya yang telah diwariskan oleh
nenek moyang suku Sasak sedikit demi sedikit terus mengalami
pergeseran, sehingga nilai-nila keaslian atau nilai leluhur dari kebudayaan
yang dulu sudah mengalami perubahan, bahkan banyak masyarakat Sasak
sudah memandang buruk budaya sendiri. Berangkat dari
permasalahan itu, para intelktual Sasak baik muda maupun tua terus
berfikir tentang cara untuk mengembalikan Sasak yang dulu. Proses
pemikiran dan diskusi yang panjang sehingga terciptalah sebuah dokumen yang
merupakan identitas suku Sasak yang di kenal dengan nama piagam gumi
Sasak.
Piagam
Gumi Sasak ini Lahir dari diskusi yang panjang dari beberapa intelektual sasak
yang memiliki perspektif budaya ke depan, dalam diskusi yang panjang ini
terjadilah berbagai bentuk kajian yang panjang dan inilah yang menjadi tonggak
awal lahirnya piagam gumi sasak. Setelah perjalanan kajian yang panjang, kira-kira
pada tanggal 17 Agustus 2015 diadakan acara launching buku
yg berjudul “Membaca Arsiktektur Sasak” karya Drs. HL. Agus Fathurrahman, buku
inilah yg menjadi awal kesadaran dari tokoh-tokoh intelektual Sasak, bahwa suku
Sasak memililiki khzasanah ilmu pengetahuan dan peradaban yang tinggi sejak
masa lalu. Sebelumnya para pakar budaya Sasak sudah menghasilkan satu monumen
peradaban yaitu kajian astronomi tradisi yang melahirkan
sistem penanggalan Sasak yang dikenal dengan Kalender
Rowot Sasak pada tahun 2014.
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi bangsa Sasak
adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi
mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah
kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak
yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang
terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah
bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana
yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak.
Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai
pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih
berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang
ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern.
Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak
di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai
sebuah bangsa.
Sadar akan hal
tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai
berikut:
Pertama: Berjuang bersama menggali dan menegakkan
jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua: Berjuang bersama memelihara, menjaga,
dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian
kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga: Berjuang bersama menegakkan harkat dan
martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak
menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan
tradisionalitas.
Keempat: Berjuang bersama membangun citra sejati
bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan
peradaban masa depan.
Kelima: Berjuang bersama dalam satu tatanan
masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan
bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H 26 Desember 2015
Penandatangan dalam Piagam Gumi Sasak:
1. Drs. Lalu Azhar
2. Drs. H. Lalu Mujtahid
3. Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si.
4. TGH. Ahyar Abduh
5. Drs. H. Husni Mu'adz, M.A. Ph.D.
6. Dr. Muhammad Fadjri, M.A.
7. Dr. H. Jamaludin, M.Ag.
8. Dr. H. A. Muhit Ellepaki, M.Sc.
9. Dr. Lalu Abd. Khalik, M.Hum.
10. Dr. H. Sudirman, M.Pd.
11. Dr. HL. Agus Fathurrahman
12. Mundzirin, S.H.
13. Lalu Ari Irawan, SE., S.Pd. M.Pd.
Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H 26 Desember 2015
Penandatangan dalam Piagam Gumi Sasak:
1. Drs. Lalu Azhar
2. Drs. H. Lalu Mujtahid
3. Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si.
4. TGH. Ahyar Abduh
5. Drs. H. Husni Mu'adz, M.A. Ph.D.
6. Dr. Muhammad Fadjri, M.A.
7. Dr. H. Jamaludin, M.Ag.
8. Dr. H. A. Muhit Ellepaki, M.Sc.
9. Dr. Lalu Abd. Khalik, M.Hum.
10. Dr. H. Sudirman, M.Pd.
11. Dr. HL. Agus Fathurrahman
12. Mundzirin, S.H.
13. Lalu Ari Irawan, SE., S.Pd. M.Pd.
Nara sumber :
1. Bapak Sadaruddin
2. L. Ari Irawan, SE., S.Pd., M.Pd
1. Bapak Sadaruddin
2. L. Ari Irawan, SE., S.Pd., M.Pd


Lombok memang memiliki vanya sekali budaya dan tradisi. Jadi kita sebagai orang sasak dan yang tinggal di sasak tetap lestarikan dan menjaga budaya-budaya itu.
BalasHapusiya semoga pemuda-pemudi sasak bisa menjaga, melestarikan, menjadi penerus, dan tidak melupakan budayanya.
HapusAyo kita lestarikan budaya kita agar tetap terjaga.
BalasHapusmariiii!!! semangat generasi muda
HapusLombok keren👍
BalasHapuskerren kayak orang yang ngepost hihi :D
HapusInformasi yang bermanfaat. Tetap semangat melestarikan budaya !
BalasHapusiya terimakasih :)
Hapusiya terimakasiiihhhh :)
Hapussemangatttt
Informasinya sangat bermanfaat.
BalasHapusNice
BalasHapusterimakasih :)
HapusLombok terbaik
BalasHapussetujuu (Y)
HapusSngat bermanfaat. Tetap lestarikan budaya kita agar tetap terjaga.
BalasHapusterimakasih :)
Hapussemangat pemuda-pemudi sasak :) :D
Sangat menambah wawasan pembaca.
BalasHapusterimakasih :)
HapusSemoga dengan adanya piagam ink bisa lebih menumbuhkan kecintaan dan kepedulian kita pada budaya.
BalasHapusamiiiinnnnnnn....
Hapusdan semoga kita sebagai generasi muda bisa menjadi penerusss untuk melestarikan kebudayaan yang kita punya :)
Semoga semuanya bisa terealisasi .. semangat pemuda pemudi sasak
BalasHapussemangattt !!!
Hapushidup budaya sasak :) :D