Kamis, 28 Desember 2017

Pertarungan Tanpa Permusuhan

                                                            PERESEAN 

 Pertarungan tanpa permusuhan (peresean) sangatlah cocok untuk menggambarkan tradisi yang ada di foto ini karena walaupun mereka melakukan/mengadakan pertarungan tidak akan membuat mereka bermusuhan ataupun saling membenci disebabkan ini adalah tradisi lama yang masih dilestarikan oleh masyarakat Lombok tepatnya di Desa Sade Lombok Tengah.







Foto diambil pada saat tradisi ini diadakan di Desa Sade Lombok Tengah. Tradisi ini diadakan pada hari-hari tertentu yaitu hari libur, dan inilah yang dinamakan peresean (kesenian/tradisi sasak).


Peresean  adalah kesenian tradisional masyarakat Suku sasak yang mempertarungkan dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan perisai. Kesenian ini merupakan tradisi lama Suku Sasak di Pulau Lombok, NTB, yang masih ada hingga sekarang. Dalam kesenian ini para lelaki berkumpul untuk menguji keberanian dan ketangkasan mereka dalam bertarung. Walaupun terdapat unsur kekerasan, namun kesenian ini memiliki pesan damai di dalamnya.                                                                                                               Kesenian ini terus berlanjut sampai sekarang di kalangan masyarakat Suku Sasak hingga menjadi suatu tradisi. Dalam perkembangannya, kesenian ini tidak diadakan hanya untuk masyarakat lokal, namun digelar untuk menyambut tamu besar atau wisatawan yang berkunjung ke sana.

Dalam pertunjukkannya, peresean biasanya digelar di tempat yang cukup luas, agar ruang gerak petarung tidak sempit dan penonton juga bisa menyaksikan. Dalam pertarungan tersebut terdapat dua orang petarung yang disebut dengan pepadu dan tiga orang wasit yang mengatur jalannya pertandingan. Salah satu wasit yang mengawasi jalannya pertandingan disebut dengan Pekembar Tengah, dan para wasit yang memilih para Pepadu disebut Pekembar Sedi.

Dalam pertarungan peresean ini terdapat beberapa peraturan, diantaranya Pepadu tidak boleh memukul badan bagian bawah seperti paha atau kaki, tetapi Pepadu diperbolehkan memukul bagian atas seperti kepala, pundak atau punggung. Setiap pukulan memiliki nilai masing-masing dan pemenang dalam Peresean ini biasanya ditentukan dari nilai yang diperoleh dari setiap rondenya. Selain itu para pepadu tersebut dinyatakan kalah apabila sudah menyerah atau berdarah. Apabila da Pepadu mengalami luka atau berdarah, tim medis akan mengobatinya dengan obat sejenis minyak khusus agar tidak menimbulkan rasa perih. Setelah bertarung para Pepadu kemudian bersalaman dan berpelukan, sebagai tanda damai dan tidak ada dendam diantara mereka.  

Dalam pertunjukannya, Peresean juga diiringi oleh musik pengiring sebagai penyemangat para Pepadusaat bertarung. Alat musik yang biasanya digunakan adalah gong, sepasang kendang, rincik, simpal, suling dan kanjar.  

Sekian pengenalan tentang “Peresean Kesenian Tradisional Dari Lombok, NTB”, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca tentang kesenian tradisional di indonesia

       
Nilai-nilai baik/positif dari kesenian ini adalah seperti yang sudah dijelaskan di atas, kesenian ini merupakan media bagi para petarung atau para lelaki dalam menguji keberanian, ketangguhan, dan ketangkasan mereka. Walaupun terdapat unsur kekerasan di dalamnya, namun Peresean memiliki pesan damai. Setiap petarung yang ikut dalam pertunjukkan tersebut dituntut memiliki jiwa pemberani, rendah hati, dan tidak pendendam.                                  





30 komentar:

  1. Informasi yg bermanfaat. Ternyata di Lombok banyak sekali kebudayaa menarik. Tetap lestarikan!!

    BalasHapus
  2. iyaaa terimakasiiih :)
    pulau Lombok kaya akan budayanya.
    ayok km menetap jadi orang Lombok :D

    BalasHapus
  3. Peresean memang tradisi unik yang ada di lombok, dan setiap acara presean dilakukan selalu disambut baik oleh masyarakat. Trimakasih infonya sangat menarik

    BalasHapus
  4. Pulau lombok yang banyak akan tradisinya 😊

    BalasHapus
  5. Wah presean memang tradisi paling keren sekaligus menegangkan.. suka banget deh😊

    BalasHapus
  6. Semoga tradisi peresean tetap menjadi tradisi yang selalu dilestarikan 😊

    BalasHapus
  7. Perbanyak tulisan seperti ini min👌

    BalasHapus
  8. keren min, generasi sekarang harus banyak belajar tentang budaya sendiri

    BalasHapus
  9. Info yang menarik. Ayooo kita lestarikan budaya kita agar terjaga.

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. iyaa kereenn bangeett, bangga bisa menjadi bagian dr suku sasak :)

      Hapus